Minggu, 04 Desember 2011

Jagalah Hati



Jagalah Hati

Album : Neo Sholawat
Munsyid : Snada
http://liriknasyid.com


Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Bila hati kian bersih 
pikiranpun akan jernih
Semangat hidup nan gigih
Prestasi mudah diraih

Namun bila hati keruh
Batin selalu gemuruh
Seakan di kejar musuh
Dengan Alloh kian jauh

Bila hati kian suci 
tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati 
dirimu disegani

Namun bila hati busuk
Pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk 
Jadi makhluk terkutuk

Bila hati kian lapang
Hidup sempit terasa senang
Walau kesulitan datang
Dihadapi dengan tenang

Tapi bila hati sempit
Segalanya jadi rumit
Terasa terus menghimpit
Lahir batin terasa sakit

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi






bismillah...
di sini akan sedikit saya share tentang penjagaan hati yang lebih spesifik, yaitu bagaimana cara menyikapi penyakit hati karena cinta (cinta pada lawan jenis)... (oops! agak gelap,,)
mungkin agak sedikit horor dan malu untuk menuliskan dan membacanya, tapiii...
ya semoga bermanfaat dan bisa sedikit mengobati hati anda-anda yang sedang dilanda cinta.. let's cekidot!

Saat Cinta Datang Belum pada Waktunya
Cinta itu menyimpan teka-teki
Cinta membingkai berjuta rasa dan asa
Bagaimana bila cinta datang bukan di saat yang tepat?

“Cinta adalah persoalan kita, kebutuhan kita bahkan nafas kita. Rasanya tidak pantas jika kita putus asa mengenalnya,” tulis Ustadz Didik Purwodarsono. Bukankah cinta telah dianugerahkan pada setiap makhluk, sehingga wajar jika kita pun (harus) mengenalnya?
Demikian cinta, kadang ia membuat mata terpana, hati berdecak kagum, lisan berhenti berucap, dan banyak perubahan dimotori oleh cinta. Tahukah engkau, cinta dijadikan ALLAH sedemikian rupa sebagai tanda kebesaranNYA sekaligus ujian bagi manusia?
Pernakah engkau jatuh cinta? Hampir setiap orang pernah merasakan jatuh cinta namun banyak pula yang tidak mampu menerjemahkan makna cinta yang sebenarnya. Ibnu Qayyim menyebutkan cinta (al-mahabbah) sebagai luapan hati dan gejolaknya pada saat dirudung keinginan untuk bertemu kekasih. Cinta adalah penghambaan yang dilakukan pada apa yang dicintainya, menimbulkan keberanian dan kesungguhan untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak terbayangkan. Cinta menggugah gelora dalam menciptakan suasana keridhaan, membuat akal terus berpikir, jiwa mengembara mencari ketenangan, raga bertindak agar membuat senang yang dicintainya. Cinta timbul karena adanya kesamaan, keelokan, dan kecocokan. Cinta akan berkurang bahkan hilang bila ada penghambat yang lebih kuat dari sebab datangnya cinta.
Kriteria cinta dapat dibagi menjadi dua. Pertama, cinta syahwat, yaitu perasaan cinta berdasarkan keinginan untuk memiliki yang dicintainya. Cinta seperti ini bisa saja menjerumuskan manusia jika nafsu yang diperturutkan bukan nafsu yang dirahmati. Kedua, cinta imani yang motivasinya beriman karena ALLAH. Cinta ini ditandai dengan kesadaran manusia akan fitrahnya, membimbing pelakunya pada fitrah yang seharusnya dijalani.
Cinta yang secara fitrah diberikan ALLAH kepada manusia dapat berubah menjadi fitnah bila tidak dikelola dengan baik. Untuk itulah cinta perlu direkayasa apalagi bila dianggap sebagai sesuatu yang belum tepat. Hakekat cinta itu sendiri adalah keinginan untuk menyerahkan sepenuhnya segala yang dimilikinya kepada ALLAH SWT. (QS. Al Baqarah [2] : 165)
Cinta datang tidak memandang waktu ataupun status sosial. Ia hadir tanpa permisi dan bermuara di kedalaman hati manusia. Cinta bisa mengubah segalanya, dan bisa menjadi masalah jika ia hadir pada waktu yang belum tepat, terutama cinta kepada lawan jenis. Jangan sampai cinta membelokkan ke jalan yang tidak seharusnya. Terlepas dari bagaimana cara menghadapi cinta, yang lebih penting adalah kesadaran dan pengetahuan seseorang bahwa dirinya sedang jatuh cinta, baru kemudian dia akan bisa menentukan langkah apa yang diambilnya dalam menyikapinya.

Cinta kepada lawan jenis merupakan bagian dari fitrah bagi manusia. Namun, perasaan kepada lawan jenis bias menjadi anugerah sekaligus fitnah. Tidak jarang kita jumpai orang menuai masalah dekarenakan ada cinta di hatinya. Semangat dakwah jadi luntur, ibadah mengendur, ukhwah pun tak bias lagi diukur, gara-gara hanya memanjakan cinta kepada lawan jenisnya. Lalu muncul pertanyaan, apakah salah jatuh cinta kepada lawan jenis? Dalam hal ini bukan semata-mata jawaban “ya” atau “tidak” yang diperlukan. Namun bagaimana kemudian menyikapi cinta itu sendiri.
ALLAH menganugerahi cinta bukan tanpa tujuan. Tidaklah sia-sia segala sesuatu yang diiciptakan ALLAH di muka bumi ini melainkan ALLAH berikan pelajaran di balik itu semua. Cinta dihadirkan menjadi jalan dalam rangka menggapai cinta yang sebenarnya. Cinta bukan sesuatu yang menakutkan. Hadirnya tidak selamanya mendatangkan kemudaratan, tergantung bagaimana menyikapinya.
Cinta yang benar tidak akan membuat orang mengalami kegelisahan yang panjang, tidak juga membuat hati merasa tercekam dengan berbagai pikiran yang ada di benaknya. Cinta tidak akan melahirkan stress yang melelahkan. Ia akan melahirkan ketenangan, kedamaian, dan mendorong untuk melakukan kebaikan.

tips meminimalisasi "cinta terlarang":
*dalam pembicaraan, hindari menyebut-nyebut nama dia yang singgah di hatimu
*kurangi interaksi dengannya, baik secara langsung maupun tidak langsung
*berpikirlah realistis dengan menilai secara objektif baik dan buruknya dia
*sibukkan dirimu dengan hal-hal yang bermanfaat
*hindari memanjakan perasaanmu
*hindari mengenang sesuatu tentang dia
*berdoalah pada ALLAH

kiat menunggu jodoh dengan bahagia:
-menghindari menebak-nebak seseorang sebagai jodohnya
-menghindari menargetkan seseorang sebagai jodohnya
-tetap berikhtiar melalui pihak ketiga dan tsiqoh (percaya) kepadanya
-yakin adanya takdir sehingga tidak perlu repot-repot mencari ke sana ke mari
-meningkatkan kualitas diri, karena mungkin kualitas pasangan lebih tinggi dari kualitas kita sehingga ALLAH belum menyatukan sampai kualitasnya menjadi sama
-titik puncaknya jika tidak ada jodohnya, yakinlah telah disediakan jodoh di akhirat




Dari Abu Darda ra, ia berkata bahwa Rosulullah Saw bersabda: “Di antara doa Nabi Dawud as yaitu: “ Ya ALLAH, sesungguhnya aku memohon kecintaanMu dan kecintaan orang-orang yang mencintaiMu dan amal yang menyampaikanku pada cintaMu. Ya ALLAH, jadikanlah kecintaanku kepadaMu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku, dan air sejuk (harta)” (HR. Tirmidzi)




ingin tau lebih detail?  silahkan membaca dari sumbernya langsung,,
sumber: buku berjudul "saat cinta datang belum pada waktunya" karya Ari Pusparini



Jagalah Hati



Jagalah Hati

Album : Neo Sholawat
Munsyid : Snada
http://liriknasyid.com


Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Bila hati kian bersih 
pikiranpun akan jernih
Semangat hidup nan gigih
Prestasi mudah diraih

Namun bila hati keruh
Batin selalu gemuruh
Seakan di kejar musuh
Dengan Alloh kian jauh

Bila hati kian suci 
tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati 
dirimu disegani

Namun bila hati busuk
Pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk 
Jadi makhluk terkutuk

Bila hati kian lapang
Hidup sempit terasa senang
Walau kesulitan datang
Dihadapi dengan tenang

Tapi bila hati sempit
Segalanya jadi rumit
Terasa terus menghimpit
Lahir batin terasa sakit

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi






bismillah...
di sini akan sedikit saya share tentang penjagaan hati yang lebih spesifik, yaitu bagaimana cara menyikapi penyakit hati karena cinta (cinta pada lawan jenis)... (oops! agak gelap,,)
mungkin agak sedikit horor dan malu untuk menuliskan dan membacanya, tapiii...
ya semoga bermanfaat dan bisa sedikit mengobati hati anda-anda yang sedang dilanda cinta.. let's cekidot!

Saat Cinta Datang Belum pada Waktunya
Cinta itu menyimpan teka-teki
Cinta membingkai berjuta rasa dan asa
Bagaimana bila cinta datang bukan di saat yang tepat?

“Cinta adalah persoalan kita, kebutuhan kita bahkan nafas kita. Rasanya tidak pantas jika kita putus asa mengenalnya,” tulis Ustadz Didik Purwodarsono. Bukankah cinta telah dianugerahkan pada setiap makhluk, sehingga wajar jika kita pun (harus) mengenalnya?
Demikian cinta, kadang ia membuat mata terpana, hati berdecak kagum, lisan berhenti berucap, dan banyak perubahan dimotori oleh cinta. Tahukah engkau, cinta dijadikan ALLAH sedemikian rupa sebagai tanda kebesaranNYA sekaligus ujian bagi manusia?
Pernakah engkau jatuh cinta? Hampir setiap orang pernah merasakan jatuh cinta namun banyak pula yang tidak mampu menerjemahkan makna cinta yang sebenarnya. Ibnu Qayyim menyebutkan cinta (al-mahabbah) sebagai luapan hati dan gejolaknya pada saat dirudung keinginan untuk bertemu kekasih. Cinta adalah penghambaan yang dilakukan pada apa yang dicintainya, menimbulkan keberanian dan kesungguhan untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak terbayangkan. Cinta menggugah gelora dalam menciptakan suasana keridhaan, membuat akal terus berpikir, jiwa mengembara mencari ketenangan, raga bertindak agar membuat senang yang dicintainya. Cinta timbul karena adanya kesamaan, keelokan, dan kecocokan. Cinta akan berkurang bahkan hilang bila ada penghambat yang lebih kuat dari sebab datangnya cinta.
Kriteria cinta dapat dibagi menjadi dua. Pertama, cinta syahwat, yaitu perasaan cinta berdasarkan keinginan untuk memiliki yang dicintainya. Cinta seperti ini bisa saja menjerumuskan manusia jika nafsu yang diperturutkan bukan nafsu yang dirahmati. Kedua, cinta imani yang motivasinya beriman karena ALLAH. Cinta ini ditandai dengan kesadaran manusia akan fitrahnya, membimbing pelakunya pada fitrah yang seharusnya dijalani.
Cinta yang secara fitrah diberikan ALLAH kepada manusia dapat berubah menjadi fitnah bila tidak dikelola dengan baik. Untuk itulah cinta perlu direkayasa apalagi bila dianggap sebagai sesuatu yang belum tepat. Hakekat cinta itu sendiri adalah keinginan untuk menyerahkan sepenuhnya segala yang dimilikinya kepada ALLAH SWT. (QS. Al Baqarah [2] : 165)
Cinta datang tidak memandang waktu ataupun status sosial. Ia hadir tanpa permisi dan bermuara di kedalaman hati manusia. Cinta bisa mengubah segalanya, dan bisa menjadi masalah jika ia hadir pada waktu yang belum tepat, terutama cinta kepada lawan jenis. Jangan sampai cinta membelokkan ke jalan yang tidak seharusnya. Terlepas dari bagaimana cara menghadapi cinta, yang lebih penting adalah kesadaran dan pengetahuan seseorang bahwa dirinya sedang jatuh cinta, baru kemudian dia akan bisa menentukan langkah apa yang diambilnya dalam menyikapinya.

Cinta kepada lawan jenis merupakan bagian dari fitrah bagi manusia. Namun, perasaan kepada lawan jenis bias menjadi anugerah sekaligus fitnah. Tidak jarang kita jumpai orang menuai masalah dekarenakan ada cinta di hatinya. Semangat dakwah jadi luntur, ibadah mengendur, ukhwah pun tak bias lagi diukur, gara-gara hanya memanjakan cinta kepada lawan jenisnya. Lalu muncul pertanyaan, apakah salah jatuh cinta kepada lawan jenis? Dalam hal ini bukan semata-mata jawaban “ya” atau “tidak” yang diperlukan. Namun bagaimana kemudian menyikapi cinta itu sendiri.
ALLAH menganugerahi cinta bukan tanpa tujuan. Tidaklah sia-sia segala sesuatu yang diiciptakan ALLAH di muka bumi ini melainkan ALLAH berikan pelajaran di balik itu semua. Cinta dihadirkan menjadi jalan dalam rangka menggapai cinta yang sebenarnya. Cinta bukan sesuatu yang menakutkan. Hadirnya tidak selamanya mendatangkan kemudaratan, tergantung bagaimana menyikapinya.
Cinta yang benar tidak akan membuat orang mengalami kegelisahan yang panjang, tidak juga membuat hati merasa tercekam dengan berbagai pikiran yang ada di benaknya. Cinta tidak akan melahirkan stress yang melelahkan. Ia akan melahirkan ketenangan, kedamaian, dan mendorong untuk melakukan kebaikan.

tips meminimalisasi "cinta terlarang":
*dalam pembicaraan, hindari menyebut-nyebut nama dia yang singgah di hatimu
*kurangi interaksi dengannya, baik secara langsung maupun tidak langsung
*berpikirlah realistis dengan menilai secara objektif baik dan buruknya dia
*sibukkan dirimu dengan hal-hal yang bermanfaat
*hindari memanjakan perasaanmu
*hindari mengenang sesuatu tentang dia
*berdoalah pada ALLAH

kiat menunggu jodoh dengan bahagia:
-menghindari menebak-nebak seseorang sebagai jodohnya
-menghindari menargetkan seseorang sebagai jodohnya
-tetap berikhtiar melalui pihak ketiga dan tsiqoh (percaya) kepadanya
-yakin adanya takdir sehingga tidak perlu repot-repot mencari ke sana ke mari
-meningkatkan kualitas diri, karena mungkin kualitas pasangan lebih tinggi dari kualitas kita sehingga ALLAH belum menyatukan sampai kualitasnya menjadi sama
-titik puncaknya jika tidak ada jodohnya, yakinlah telah disediakan jodoh di akhirat




Dari Abu Darda ra, ia berkata bahwa Rosulullah Saw bersabda: “Di antara doa Nabi Dawud as yaitu: “ Ya ALLAH, sesungguhnya aku memohon kecintaanMu dan kecintaan orang-orang yang mencintaiMu dan amal yang menyampaikanku pada cintaMu. Ya ALLAH, jadikanlah kecintaanku kepadaMu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku, dan air sejuk (harta)” (HR. Tirmidzi)




ingin tau lebih detail?  silahkan membaca dari sumbernya langsung,,
sumber: buku berjudul "saat cinta datang belum pada waktunya" karya Ari Pusparini



Minggu, 04 Desember 2011

Jagalah Hati



Jagalah Hati

Album : Neo Sholawat
Munsyid : Snada
http://liriknasyid.com


Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Bila hati kian bersih 
pikiranpun akan jernih
Semangat hidup nan gigih
Prestasi mudah diraih

Namun bila hati keruh
Batin selalu gemuruh
Seakan di kejar musuh
Dengan Alloh kian jauh

Bila hati kian suci 
tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati 
dirimu disegani

Namun bila hati busuk
Pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk 
Jadi makhluk terkutuk

Bila hati kian lapang
Hidup sempit terasa senang
Walau kesulitan datang
Dihadapi dengan tenang

Tapi bila hati sempit
Segalanya jadi rumit
Terasa terus menghimpit
Lahir batin terasa sakit

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi






bismillah...
di sini akan sedikit saya share tentang penjagaan hati yang lebih spesifik, yaitu bagaimana cara menyikapi penyakit hati karena cinta (cinta pada lawan jenis)... (oops! agak gelap,,)
mungkin agak sedikit horor dan malu untuk menuliskan dan membacanya, tapiii...
ya semoga bermanfaat dan bisa sedikit mengobati hati anda-anda yang sedang dilanda cinta.. let's cekidot!

Saat Cinta Datang Belum pada Waktunya
Cinta itu menyimpan teka-teki
Cinta membingkai berjuta rasa dan asa
Bagaimana bila cinta datang bukan di saat yang tepat?

“Cinta adalah persoalan kita, kebutuhan kita bahkan nafas kita. Rasanya tidak pantas jika kita putus asa mengenalnya,” tulis Ustadz Didik Purwodarsono. Bukankah cinta telah dianugerahkan pada setiap makhluk, sehingga wajar jika kita pun (harus) mengenalnya?
Demikian cinta, kadang ia membuat mata terpana, hati berdecak kagum, lisan berhenti berucap, dan banyak perubahan dimotori oleh cinta. Tahukah engkau, cinta dijadikan ALLAH sedemikian rupa sebagai tanda kebesaranNYA sekaligus ujian bagi manusia?
Pernakah engkau jatuh cinta? Hampir setiap orang pernah merasakan jatuh cinta namun banyak pula yang tidak mampu menerjemahkan makna cinta yang sebenarnya. Ibnu Qayyim menyebutkan cinta (al-mahabbah) sebagai luapan hati dan gejolaknya pada saat dirudung keinginan untuk bertemu kekasih. Cinta adalah penghambaan yang dilakukan pada apa yang dicintainya, menimbulkan keberanian dan kesungguhan untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak terbayangkan. Cinta menggugah gelora dalam menciptakan suasana keridhaan, membuat akal terus berpikir, jiwa mengembara mencari ketenangan, raga bertindak agar membuat senang yang dicintainya. Cinta timbul karena adanya kesamaan, keelokan, dan kecocokan. Cinta akan berkurang bahkan hilang bila ada penghambat yang lebih kuat dari sebab datangnya cinta.
Kriteria cinta dapat dibagi menjadi dua. Pertama, cinta syahwat, yaitu perasaan cinta berdasarkan keinginan untuk memiliki yang dicintainya. Cinta seperti ini bisa saja menjerumuskan manusia jika nafsu yang diperturutkan bukan nafsu yang dirahmati. Kedua, cinta imani yang motivasinya beriman karena ALLAH. Cinta ini ditandai dengan kesadaran manusia akan fitrahnya, membimbing pelakunya pada fitrah yang seharusnya dijalani.
Cinta yang secara fitrah diberikan ALLAH kepada manusia dapat berubah menjadi fitnah bila tidak dikelola dengan baik. Untuk itulah cinta perlu direkayasa apalagi bila dianggap sebagai sesuatu yang belum tepat. Hakekat cinta itu sendiri adalah keinginan untuk menyerahkan sepenuhnya segala yang dimilikinya kepada ALLAH SWT. (QS. Al Baqarah [2] : 165)
Cinta datang tidak memandang waktu ataupun status sosial. Ia hadir tanpa permisi dan bermuara di kedalaman hati manusia. Cinta bisa mengubah segalanya, dan bisa menjadi masalah jika ia hadir pada waktu yang belum tepat, terutama cinta kepada lawan jenis. Jangan sampai cinta membelokkan ke jalan yang tidak seharusnya. Terlepas dari bagaimana cara menghadapi cinta, yang lebih penting adalah kesadaran dan pengetahuan seseorang bahwa dirinya sedang jatuh cinta, baru kemudian dia akan bisa menentukan langkah apa yang diambilnya dalam menyikapinya.

Cinta kepada lawan jenis merupakan bagian dari fitrah bagi manusia. Namun, perasaan kepada lawan jenis bias menjadi anugerah sekaligus fitnah. Tidak jarang kita jumpai orang menuai masalah dekarenakan ada cinta di hatinya. Semangat dakwah jadi luntur, ibadah mengendur, ukhwah pun tak bias lagi diukur, gara-gara hanya memanjakan cinta kepada lawan jenisnya. Lalu muncul pertanyaan, apakah salah jatuh cinta kepada lawan jenis? Dalam hal ini bukan semata-mata jawaban “ya” atau “tidak” yang diperlukan. Namun bagaimana kemudian menyikapi cinta itu sendiri.
ALLAH menganugerahi cinta bukan tanpa tujuan. Tidaklah sia-sia segala sesuatu yang diiciptakan ALLAH di muka bumi ini melainkan ALLAH berikan pelajaran di balik itu semua. Cinta dihadirkan menjadi jalan dalam rangka menggapai cinta yang sebenarnya. Cinta bukan sesuatu yang menakutkan. Hadirnya tidak selamanya mendatangkan kemudaratan, tergantung bagaimana menyikapinya.
Cinta yang benar tidak akan membuat orang mengalami kegelisahan yang panjang, tidak juga membuat hati merasa tercekam dengan berbagai pikiran yang ada di benaknya. Cinta tidak akan melahirkan stress yang melelahkan. Ia akan melahirkan ketenangan, kedamaian, dan mendorong untuk melakukan kebaikan.

tips meminimalisasi "cinta terlarang":
*dalam pembicaraan, hindari menyebut-nyebut nama dia yang singgah di hatimu
*kurangi interaksi dengannya, baik secara langsung maupun tidak langsung
*berpikirlah realistis dengan menilai secara objektif baik dan buruknya dia
*sibukkan dirimu dengan hal-hal yang bermanfaat
*hindari memanjakan perasaanmu
*hindari mengenang sesuatu tentang dia
*berdoalah pada ALLAH

kiat menunggu jodoh dengan bahagia:
-menghindari menebak-nebak seseorang sebagai jodohnya
-menghindari menargetkan seseorang sebagai jodohnya
-tetap berikhtiar melalui pihak ketiga dan tsiqoh (percaya) kepadanya
-yakin adanya takdir sehingga tidak perlu repot-repot mencari ke sana ke mari
-meningkatkan kualitas diri, karena mungkin kualitas pasangan lebih tinggi dari kualitas kita sehingga ALLAH belum menyatukan sampai kualitasnya menjadi sama
-titik puncaknya jika tidak ada jodohnya, yakinlah telah disediakan jodoh di akhirat




Dari Abu Darda ra, ia berkata bahwa Rosulullah Saw bersabda: “Di antara doa Nabi Dawud as yaitu: “ Ya ALLAH, sesungguhnya aku memohon kecintaanMu dan kecintaan orang-orang yang mencintaiMu dan amal yang menyampaikanku pada cintaMu. Ya ALLAH, jadikanlah kecintaanku kepadaMu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku, dan air sejuk (harta)” (HR. Tirmidzi)




ingin tau lebih detail?  silahkan membaca dari sumbernya langsung,,
sumber: buku berjudul "saat cinta datang belum pada waktunya" karya Ari Pusparini